Masjid Imam Ahmad bin Hanbal

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Sejarah pendirian Masjid Imam Ahmad bin Hanbal

Masjid Imam Ahmad bin Hanbal (MIAH) adalah masjid yang terletak Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. MIAH berdiri sejak tahun 2001. Sejak itu MIAH digunakan oleh umat Islam untuk beribadah kepada Allah dan menuntut ilmu.

Sebagai tempat ibadah dan pendidikan Islam MIAH memerlukan kepengurusan dan tata kelola yang baik. Dengan tujuan tersebut, didirikan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Imam Ahmad bin Hanbal. Dengan demikian secara hukum pengelolaan kemakmuran Masjid Imam Ahmad bin Hanbal di bawah kepengurusan YPI Imam Ahmad bin Hanbal Bogor.

MIAH dibangun dengan gaya arsitektur sederhana namun fungsional, dengan harapan agar mengingatkan umat Islam akan kesederhanaan. Bangunan masjid ini terdiri dari dua lantai. MIAH dapat menampung lebih dari 1000 umat Islam untuk mengkaji ilmu Islam.

Masjid ini dibangun di atas tanah milik pribadi dan pembangunannya dari donatur jamaah, dengan amanah agar Masjid dikelola oleh YPI Imam Ahmad bin Hanbal. Walau demikian Masjid tetap bersifat terbuka untuk umum untuk kaum muslimin dan tidak eksklusif. Ketua DKM, imam shalat dan sebagian pengurus juga berasal dari warga di sekitar Masjid yang aktif menjadi jamaah Masjid yang aktif shalat lima waktu berjama’ah dan aktif mengaji setiap pekan dua kali di Masjid.

 

Renovasi Masjid Imam Ahmad bin Hanbal yang terhambat

Seiring dengan berkembangnya minat umat Islam untuk mendalami Islam, jamaah yang menghadiri kajian rutin di Masjid semakin bertambah. Sehingga perlu adanya perluasan Masjid untuk menampung jamaah. Khususnya pada saat kajian rutin setiap hari Ahad pagi sampai dengan zhuhur.

Rencana awal adalah renovasi sebagian area Masjid. Pada tahap ini pengurusan perizinan yang diperlukan telah lengkap seperti pernyataan tidak keberatan dari tetangga-tetangga sebelah Masjid yang diketahui dan ditandatangani oleh RT, RW, Lurah dan pihak Kecamatan.

Namun seiring proses renovasi sebagian tersebut, didapatkan bahwa struktur bangunan yang lama secara teknis tidak layak untuk disambung dengan struktur yang baru. Berdasarkan saran ahli struktur/konstruksi, bangunan utama perlu dibongkar. Apabila bangunan utama tidak dibongkar maka beresiko robohnya bangunan yang dapat membahayakan keselamatan jamaah Masjid.

Untuk itu pengurus DKM bermaksud untuk merenovasi total Masjid sekaligus membangun area parkir basement untuk membantu keterbatasan lahan parkir kendaraan. Pembongkaran bangunan utama telah dilakukan seiring pengurusan perizinan yang diperlukan.

DKM telah melakukan sosialisasi dan klarifikasi mengenai rencana pembangunan renovasi total Masjid Imam Ahmad Bin Hanbal kepada warga setempat. Alhamdulillah, telah mendapatkan 60 (enam puluh) tanda tangan dukungan disertai KTP dari warga setempat, dan juga 90 (sembilan puluh) tanda tangan dan KTP pengguna Masjid dalam wilayah Kelurahan Tanah Baru. Alhamdulillah pada tanggal 20 Juni 2016 pihak BPPTPM berkenan menerbitkan Izin Penggunaan Pemanfaatan Tanah (IPPT) untuk kemudian diproses lebih lanjut. Dan Alhamdulillah mendapat IMB Nomor: 645.8-1014-BPPTPM-IX/2016 tanggal 29 September 2016.

Namun saat ini pembangunan masjid terhenti. Ketika masyarakat sekitar telah memberikan persetujuan resmi, dan pemerintah telah memberikan izin, muncul sekumpulan masa intoleran yang menuduh kegiatan yang terjadi di MIAH  membuat masyarakat resah. Tuduhan tersebut tidak berdasar, karena selama 15 tahun MIAH berdiri, tidak pernah terjadi gejolak sosial maupun religi di sekitar lokasi masjid. Ketika masjid sudah dirobohkan, izin sudah diurus, muncul tuduhan yang menghambat berdirinya masjid untuk kaum muslimin shalat.

 

Kegiatan masjid

Di antara kegiatan peribadatan rutin yang diadakan Masjid selama ini adalah:

  1. Pelaksanaan sholat wajib 5 waktu berjama’ah dan sholat Jum’at.
  2. Kajian rutin mingguan setiap:
  3. hari Selasa jam 09.00 – 11.00 untuk muslimah,
  4. hari Sabtu malam setelah Isya untuk umum laki-laki dan perempuan,
  5. hari Ahad jam 09.00 – Dzuhur untuk umum laki-laki dan perempuan.
  6. Kajian di bulan Ramadhan disertai buka puasa bersama.
  7. Program tahsin dan tahfizh Al-Quran.
  8. Pelajaran bahasa Arab.
  9. Konsultasi agama Islam.

 

Perizinan

  • IMB Pendirian
    SK Walikota Bogor Nomor 654.8/SK.151 – Diskim Tahun 2001
  • Rekomendasi MUI Bogor
    Rekomendasi renovasi Masjid dari MUI dengan nomor surat : 06/SEK/MUI/KOBO/V/2016
  • Rekomendasi Kementrian Agama
    Rekomendasi pemberian IMB dengan nomor surat : Kd.10.17/6/BA.02.1/0538A/2016
  • IMB Renovasi
    SK Pemda Kota Bogor nomor: 645.8–1014-BPPTPM-IX/2016 tanggal 29 September 2016
  • Izin Yayasan
    Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Imam Ahmad bin Hanbal berdasarkan Akte Pendirian Nomor 4, tanggal 17 Januari 2011, Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Zainun Ahmadi SH, dengan surat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-2829.AH.01.04.

 

Prinsip

  1. Sumber ‘aqidah adalah Al-Qur’an, Sunnah Rasululllah shallahu ‘alaihi wa sallam yang shahih dan ijma’ Salafush Shalih.
  2. Menjadikan Sunnah yang shahih sebagai hujjah yang mutlak.
  3. Memahami Nash-nash Syar’i berdasarkan perkataan ulama Salaf, tafsir mereka, dan pendapat yang dinukil dari mereka.
  4. Menerima Wahyu sepenuhnya dan mempergunakan akal menurut fungsi yang sebenarnya serta tidak melampaui batas dalam perkara-perkara ghaib yang tidak dapat dinalar oleh akal.
  5. Mengembalikan semua perselisihan kepada dalil Al-Qur’an dan Assunah berdasarkan surat An-Nisa ayat 59.
  6. Menjaga persaudaraan sesama kaum muslimin.
  7. Melarang memberontak kepada pemerintah.