Mensyukuri Nikmat Islam yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala Karuniakan Kepada Kita

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Barangsiapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala juga berfirman,

“Maka apakah orang-orang yang dibukakan hatinya oleh Allah untuk (menerima) agama Islam lalu dia mendapat cahaya dari Tuhannya (sama dengan orang yang hatinya membatu)? Maka celakalah mereka yang hatinya telah membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Az-Zumar: 22)

Orang yang tidak mendapatkan hidayah akan senantiasa berada dalam kegelapan dan kerugian. Bagaimana jika seandainya seseorang tidak diberi hidayah oleh Allah? Maka pasti ia menderita dalam kekafirannya, hidupnya sengsara dan tidak tenteram, serta di akhirat akan disiksa dengan siksaan yang abadi (Lihat surat Ali Imron ayat 91 dan Al Maidah ayat 36-37). Allah Subhanahu Wa Ta’ala menunjuki hambanya dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang melalui Rasul-Nya shallallahu alaihi wa sallam. Untuk itu, kewajiban kita adalah mengikuti, meneladani dan mentaati Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam segala perilaku kehidupan kita, jika kita menginginkan hidup di atas cahaya Islam. Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyatakan bahwa Dia telah memberikan karunia yang besar dengan diutusnya Nabi dan Rasul Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, menyucikan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah), meskipun sebelumnya, mereka benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Ali ‘Imran: 164)

Setiap muslim niscaya meyakini bahwa karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang terbesar di dunia ini adalah agama Islam. Seorang muslim akan senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang telah memberinya petunjuk ke dalam Islam dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Allah sendiri telah menyatakan Islam sebagai karunia-Nya yang terbesar yang Dia berikan kepada hamba-hamba-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“…Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu…” (QS. Al-Maa-idah: 3)

(Sumber: Buku Prinsip Dasar Islam buah karya Al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, halaman 9 sd. 12 cetakan ke-18, Penerbit Pustaka At Taqwa.)